Takdir
Apakah takdir itu telah menjadi ketentuan tuhan? Apakah kita dapat mengubahnya dengan kemampuan yang kita miliki?
Apakah takdir itu hal yang baik? Ataukah buruk?
Apakah takdir itu diperlukan bagi kita?
"Hahaha..." aku tertawa kepada diriku sendiri. Benar - benar aneh sekali aku berpikir seperti itu. Seperti aku itu bukanlah diriku sendiri. Perkenalkan namaku adalah Saya. Aku hanya seorang murid SMA kelas 2 yang mempunyai kehidupan seperti murid - murid lainnya. Tidak mempunyai hobi dan juga mempunyai masalah seperti orang - orang disekitarnya.
"Oi, kok diam saja sih!?" salah satu temanku mendatangiku yang sedang tertidur di meja. Aku hanya membalas dia dengan tatapa malas dan kembali tidur.
"...aku tidak mengerti apa yang kau maksud." temanku balas. Aku kembali menatap dia.
"Kamu tidak mengerti? Aku juga tidak!" kembali aku tertidur. Temanku menghela napas. "Kalau begitu, aku duluan ya. Udah lapar nih." dan pergi meninggalkanku. Sekarang aku sendiri, udara datang berhembus di samping kananku. Sayangnya udaranya dingin sehingga membuat tubuhku gemetar.
"hah..., kenapa hari ini dingin sekali?" gumamku. Aku memasukkan kedua tanganku ke dalam baju seragam. Sehingga kedua baju lenganku kosong tidak ada isinya. "Toh tidak ada orang yang mempedulikan ini bukan!?"
Aku tertidur.
...
Pada saat itu aku berpikir kalau kehidupan itu menyenangkan....
Aku juga saat itu berpikir kalau kehidupan adalah suatu anugerah.
Ya... saat itu aku tidak tahu apa - apa tentang kehidupan.
Kenyataan dan masa lalu itu berbeda.
Sekarang aku sedang di rumah. Berada di ruang tamu, sedang menonton tv. Aku duduk tidak jauh berhadapan dengan tv, aku juga memegang gelas berisi teh. Untuk membuat keadaanku ini hangat. Keadaan rumah ini kosong, hanya ada suara tv yang mengisi ruangannya.
Benar - benar sepi ya... pikirku terdiam melihat keadaan sekitar. Wajar sajar, orangtuaku sedang pergi kerja sehingga sering meninggalkanku sendiri. Sayangnya, aku adalah anak tunggal sehingga aku tidak mempunyai kakak ataupun adik. Ya, begitulah hidup.
Satu hal saja sih yang mengganggu. Keadaan disini dingin!!!
...
Karena aku bosan terus berada di rumah. Sekarang aku berada di jalan. Berjalan, menikmati keadaan malam yang dipenuhi oleh orang - orang. ADa yang berjualan, ada yang bersama teman - temannya bercanda, ada juga satu orang yang memainkan alat musiknya di angkot, banyaklah hal lainnya. AKu hanya melihat itu sambil berjalan - jalan. Aku sempat berpikir, kenapa aku melakukan hal yang tidak berguna seperti ini...
Jawabannya? Tidak ada tentunya! Hahaha!
"Hah..." tubuhku masih dingin. Ya, entah kenapa dalam satu hari ini tubuhku selalu saja dingin. Apa mungkin karena cuaca hari ini yang dingin? Aku lalu melihat sebuah gedung. Gedung apartemen yang menjulang tinggi, mungkin kalau aku hitung sekitar 2000 m. Gedung apartemen itu..., disitu tempat dimana ayahku bekerja. Sebagai seorang manajer sebuah apartemen. Aku ingat pada saat aku kecil ayah membawaku ke sini. saat itu dia masih sebagai seorang pelayan biasa, tetapi dia tidak pernah menyerah sehingga dia sekarang berhasil menjadi manajer.
Aku hanya melihat apartemen itu, tidak lama aku pergi meninggalkan tempat tersebut. Sekitar 10 menit aku berjalan, akhirnya aku berada di sebuah tempat. Sekolah, sekolah SD. Ya... disini, adalah tempat dimana ibu aku mengajar murid - murid. Karena keaktifannya mengajar dan juga karena dia yang disukai banyak murid. Membuatnya sekarang menjadi kepala sekolah. Sekolah itu mungkin masih ada kegiatan, karena terdapat beberapa ruangan di sekolah itu menyala terang.
...
Pada akhirnya...
Tempat terakhir dari perjalananku ini...
Adalah... rumahku sendiri. Ya, rumah yang biasa saja, tidak besar dan juga tidak kecil. Tetapi, rumah ini kosong tidak ada siapa - siapa. Benar - benar menyedihkan sekali sekarang ini, orangtuaku itu adalah orang yang bekerja giat, sehingga akhirnya mereka mendapat jabatan yang besar. Mereka terlalu giat sehingga melupakan anaknya sendiri. Hahaha, benar - benar menyedihkan...
Kedinginannku juga tetap berada di tubuhku. Kediginannku itu tidak hilang. Sekarang aku menyadari, aku menyadari kenapa kedinginanku itu tidak hilang...
Karena...
Tatapan dan kesadaranku semakin lama semakin tidak terkendali, dan akhirnya aku terjatuh di halaman depan rumahku.
...
AKu terbangun, melihat keadaan sekitarku. Ternyata aku berada di depan halaman rumahku. Pada akhirnya... orangtuaku tidaklah datang kepadaku, tidaklah membawaku ke rumah, atau paling tidak khawatir dengan keadaanku ini.
Ha...haha....HAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH!
Begitulah...
Sekarang aku mengerti..
Hahahahaaaaaaa!!!!
...
hari kedua liburan ini... aku berada di sebuah restauran, restauran yang bernama reststauran "apa saja". Kenapa dinamakan restauran apa saja? Siapa yang tahu!? Mungkin karena memang restauran ini mempunyai segala makanan?
"..." aku duduk disamping seseorang dengan perempuan berbaju hitam. Lalu setelah pelayan itu melayani mereka, aku memanggilnya. "Bisa aku memesan teh asli dari jepang?" pelayan itu mengangguk dan mencatat pesananku. Dia pergi.
"...restauran ini..."
Hah... itulah kenapa aku benci liburan ini...
No comments:
Post a Comment