Thursday, January 16, 2014

Kenapa?

Kenapa..
Setiap kali aku berbicara. AKu tidak bisa berbicara dengan jelas. Kenapa aku tidak bisa mengatakan hal yang sesuai dengan aku inginkan.
Kenapa tidak ada yang bisa mendengar jeritan hatiku ini?
Kenapa tidak ada orang yang mengerti kesedihanku ini?
Kenapa tidak ada orang yang mengerti kesendirianku ini?
kenapa tidak ada orang yang bisa mengerti kebosananku ini?
Apa karena aku ini aneh?
Apa karena aku ini terlalu bodoh untuk kalian semua?
Seseorang..

itulah tulisan yang yang berada di kertas meja ruang pasien ruang psikiater 482.
Yang di dalam ruangan itu banyak sekali barang - barang yang rusak, kecuali meja dan kertas itu sendiri.

Wednesday, January 15, 2014

fantasi dalam kenyataan

Aku mempermainkan hidup.
Seakan - akan hanyalah permainan dunia maya.
Aku menganggap pujian sebagai "perkataan komputer"
aku menganggap menganggap pelajaran itu sebagai "xp"
aku menganggap teman sebagai "npc"
aku menganggap kehidupan itu seperti "rpg"
aku menganggap semuanya seperti grafic computer.
Bisa dihancurkan, diubah dan bahkan...
bisa dihidupkan sesukanya.
Hm... gimana ya kalau aku buat dunia yang kayak gitu?
Pasti akan menyenangkan...
Toh...
Pada akhirnya aku tidak bisa apa - apa... pisau yang berada di dadaku ini telah mengeluarkan banyak darah..
kesadaranku... semakin pudar..
seandainya ini game... mungkin...
aku... tidak akan sesedih ini..

Saturday, January 11, 2014

Hitam yang meledak.

Kau dan aku berbeda.
Kita tidaklah sama.
Apakah aku harus selalu mengikuti perkataanmu? Apakah idemu harus selalu diterima?
Menyebalkan. Kenapa lagi kalian semua mau - mau saja dengannya? Dan meninggalkan aku sendiri.
Sendiri.
Sendiri.
...fine.
Jika itu keinginan kalian semua.
Akan aku buktikan..
Pada suatu saat nanti... kalian akan menyesal. Karena perbuatan kalian.. aku begini.
"AAAAAAAAA!" teriakan seorang pria saat seseorang menancapkan pisau itu dengan muka dingin. Lalu orang yang menancapkan pisau itu hanya melihatnya sejenak, lalu pergi ke luar ruangan.

Friday, January 10, 2014

Orang yang terbuka.

Orang yang terbuka.
Selalu menyembunyikan sesuatu yang berada di dalam hatinya.
Pasti mungkin ada satu atau dua orang yang dia beritahu isi hatinya. Sayangnya orang terbuka itu sangatlah tertutup dengan apa yang ada di dalam hatinya.
mereka itu menyimpan bomb. Bomb yang kecil, yang bahkan bahkan dia sendiri tidak menyadarinya.
Tetapi, semakin banyak dia menyimpan sesuatu. Berarti semakin banyak bomb yang dia simpan.. dan mungkin pada suatu saat... suatu saat dimana bomb itu sudah tidak tertahankan..
bomb itu akan...
"BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!" seseorang teriak perkataan itu dengan keras. Sehingga dia menjadi bahan penglihatan. Begitu juga dengan temannya.
"Kenapa teriak gitu tiba - tiba oi?" tanya seorang temannya.
"ah enggak sedang mikirin langit biru, dan diri sendiri."
"Buahahaahahha!" teman - temannya tertawa setelah mendengar itu.
"Ahaha. Seperti biasa, kamu itu orang yang kocak. Salut dah!"
"Begitukah? Hmm.." dan dia hanya tersenyum. Akhirnya mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka.

Thursday, January 9, 2014

Dingin.

Dingin.
Keadaan ini.
Dingin.
Tangannku ini.
Dingin.
Cairan yang mengalir ini.
Dingin.
Mayat yang berada di depanku ini.
Panas.
Air mataku yang mengalir ini.

Wednesday, January 8, 2014

Penderitaan.

Sendiri.
Benar - benar sangatlah sendiri di dalam ribuan orang.
Gelap.
Sangatlah gelap. Benar - benar tidak terlihat apapun sama sekali. Meskipun terang
Sedih.
Sangatlah menyedihkan. Sehingga aku tidak bisa menitikkan air mata.
Menyesal.
tidak bisa lagi aku ulangi waktu itu.

Penderitaanku.
Tidak ada seseorangpun yang mempedulikan.

sukses

sukses.
Apa itu sebenarnya sukses? Apakah dengan mengalahkan musuh yang kuat itu disebut sukses?
Apakah mencetak gol lebih banyak dari lawan adalah sukses?
Bukan?
Lalu apa itu sukses?
Apakah mendapatkan kekayaan yang sangatlah banyak itu sukses?
BIsa membuat perempuan jatuh cinta kepada kita itu sukses?
Bukan juga?
Kalau begitu apa yang menyebabkan seseorang sukses?
"Jawabannya hanya satu..."
"membuat aku puaslah yang termasuk sukses" Referral Banners

Ini bukan salahku.

"Ini bukan salahku..."
Drap! Drap! Drap! Suara hentakan kaki itu mewarnai keadaan gelap yang sunyi itu.
"Ini bukan salahku.."
Suara hentakan kaki itu masih terdengar. Hanya saja, terdapat suara cipratan air di pada saat dia menghentakan kakinya.
"Ini bukan salahku..."
kakinya masih saja berjalan tidak tahu ke arah mana. Karena disekitarnya hanya terlihat bewarna merah.
"Ini bukan salahku..."
pada saat dia berjalan ada seseorang yang berbaring. Seseorang itu terlihat banyak sekali merah di sekitarnya, tetapi dia masih hidup.
"Bukan salahku..." dan pada saat itu juga kepalanya ditusuk oleh pisau yang berada di tangan dia.
"jika aku begini."

Tuesday, January 7, 2014

halo

"halo." seorang laki - laki mengucapkan salam pada salah seorang yang berada di jalan. Tetapi laki - laki itu hanya diam saja dengan bingung karena dia tidak mengetahui dia sama sekali.
"apa kau tahu kalau langit itu biru?" lalu laki - laki itu melihat ke langit. Dan kembali menghadapnya.
"Iya. Memangnya kenapa?" lalu dia tertawa setelah mendengar itu. Lalu..
"Itu berarti... KAMU MATI!"
saat itu juga tiba - tiba truk datang menabraknya, mendorongnya sangat jauh dan pada saat dia kembali ke tanah dia mati.
Sementara dia hanya tersenyum.

muka.

Aku melihat diriku di cermin.
Aku melihat muka.
Ya... muka, atau mungkin bisa dibilang wajah.
muka seseorang yang selalu tersenyum. Polos, seakan - akan kehidupan itu sangatlah menyenangkan dan tidak ingin ada kesedihan.


DOR! Suara tembakan melesat dan merusak cermin yang berada di depanku.
Pada akhirnya... muka seperti itulah yang sangat aku benci. Referral Banners

Aku : 0

Aku.
Berbeda dari yang lain. Diriku ini, tidaklah sama.
Aku hanyalah aku seorang manusia biasa yang berbeda dari manusia lain.
Seorang manusia lain yang berbeda dari manusia lain.
Aku berdiri sendiri.
Hidup.
Tanpa teman ataupun bantuan.
Aku hidup sendiri.
Kehidupanku seperti padang pasir yang luas. Tidak ada satupun yang hidup.
Kecuali aku sendiri.

Sebab dan akibat.

kenapa?
Kau dapat datang ke rumahku ketika rumahku dikunci.
Kenapa?
Kau membawa pisau di tanganmu.
Kenapa?
Kau membunuhku.
Karena.
Aku bisa melakukan apapun untukmu.
Karena.
Aku melakukan ini untuk kebaikanmu.
Karena.
Kita akan selalu bersama selamanya. Referral Banners

hanya cerita simple.

Aku akan menceritakan kepada kalian cerita yang simpel.
Berkisah pada seorang laki - laki yang ceria. Dia selalu tersenyum
Dan dia selalu melakukan hal baik.
Mendengar keluh kesah dan membantu temannya.
Tidak pernah mengejek temannya.
Dan terus berbuat hal baik sehingga mati. Dan tetap tersenyum.
Bagaimana? ceritanya simpel bukan? Dan juga kalau dilihat sekarang bukannya
Tapi...
Apa kau pikir dia bahagia? Karena melakukan itu dia bahagia?
Bagaimana jika aku ceritakan lagi lebih detail...
Seperti..
Berkisah pada seorang laki - laki yang selalu ceria.
Yang selalu melakukan hal - hal baik.
selalu Mendengar keluh kesah dan membantu temannya.
Tidak pernah mengejek temannya.
Dan terus berbuat hal baik, sehingga ia mati.
Tapi...
Tapi, ketika laki - laki itu sedih tidak ada seorangpun yang menghiburnya. Dia hanya bisa tersenyum.
Pada saat dia kesusahan tidak ada yang membantunya. Karena dia tidak bisa mengungkapkannya dia hanya bisa tersenyum.
Pada saat dia sedih, tidak ada yang menghiburnya. Karena dia tidak bisa mengungkapkannya, dia hanya bisa tersenyum.
Sehingga ia menangis di dalam hati. Dia menangis tersedu - sedu. Meskipun dia tersenyum dari luar.
Tidak ada seorangpun yang menolongnya.
Tidak ada.
Pada akhirnya, pada saat dia mau mati dia tetap tersenyum.
Meski di dalam hatinya ia menangis.
Menangis..
Dan dia mati.
....
....

Hari ini.

Hari ini...
Cuacanya bagus sekali...
Dan juga, sekarang aku benar - benar beruntung.
Hehehe... kenapa? Pasti penasaran kan?
Hm? Tidak. Well, enggak apa - apa sih. Kalau enggak penasaran juga tetap akan aku kasih tahu..
Karena..
pada akhirnya. Impianku telah terkabul. Ya impianku telah terkabul.
Akhirnya aku bisa berkumpul dengan sekeluargaku sekarang. Di hutan yang lebat dengan hujan ini.. di ruang makan ini.
dan yang lebih baik lagi, akulah yang memasakan makanan untuk mereka semua.
...tunggu.
BUK! Tikus itu akhirnya mati bucrat oleh kepalan tangannku. Ya wajar saja, seharusnya dia di piring tapi malah kabur. Mungkin aku tadi tidak begitu teliti kali ya.
Dan yah, karena ibuku itu tidak bisa menggunakan tangannya. Mau tidak mau aku harus menyuapinya.
"Nah, ibu, bilang AAaaaa" aku mengangkat tangannku yang berisi makanan di sendok ke ibuku. Tetapi, mulutnya tidaklah terbuka sama sekali.
Ya... entah kenapa ibu aku sekarang tidak mau membuka mulutnya.
Brak! Tiba - tiba ada sesuatu yang terjatuh sehingga membuatku kaget. Ternyata itu adalah tulang. Aku kira ada apa...

Telah dimulai

Hanya memperingatkan.
Jangan menggunakan pemikiran biasaku untuk ceritaku.
dan juga aku pemiliki cerita nostalgia blog.  Jadi aku akan memindahka beberapa cerita dari nostalgia blogku sekarang.

EDIT : Semuanya sudah kupindahkan sekarang... nikmati saja ceritanya...