"Kalau begitu... aku mulai sekarang" ucap seorang laki - laki berjaket hitam yang duduk di hadapan seorang pria yang memakai baju seragam SMA. Pria itu hanya tersenyum polos kepadanya.
"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita mulai dari perkanalan dasar. Siapa namamu?"
"Namaku adalah Lie"
"...berapa umurmu?"
"Baju ini sudah memberitahumu."
"Terus..., apa yang kamu lakukan sekarang!?"
"Menggerakkan mulutku untuk membalas mulutmu."
"...aku ganti pertanyaannya. Apa kegiatan yang kamu sering lakukan, ah lebih tepatnya mungkin hobi kamu itu apa!?"
"Hobi aku ya..." pria itu hanya tertawa kecil dengan polos."Banyak sekali, bermain bersama dia, belajar bersama dia, tertawa bersama dia, marah sama dia, dan banyak sekali hal yang aku sukai." pria berjubah hitam hanya diam mendengar seksama perkatannya.
"Begitu ya..., senangnya yang punya hobi banyak, kalau aku malah enggak punya hobi. Enaknya jadi muda..."
"Ah, enggak itu biasa saja..." balas pria berbaju SMA itu.
"Lie, apakah kamu punya cita - cita di dalam hidupmu!?"
"Cita - cita!?"
"Ya, sesuatu yang ingin kamu capai selama hidupmu! Bukankah kau punya!?"
"...aku punya satu sih. Meski aku pikir itu tidak mungkin untuk mencapainya..."
"Apa itu!?"
"....." pria itu hanya tersenyum dengan polos melihat dia.
"...kalau kau tidak bisa bilang. Tida apa - apa, tidak perlu dipaksakan." tapi pria itu tetap terdiam.
"apa yang kamu pikirkan sekarang."
"Dia."
"Dia!?" orang berjaket hitam itu alisnya naik. "Apa kamu bisa menjelaskan lebih lanjut siapa itu dia!?"
"Dia... ya dia... selalu berada di sampingku. Selalu saja menghiburku ketika aku
erluka, selalu saja melapangkan dadanya untuk aku terdampar disana..."
"Selalu... semuanya selalu... YA... semuanya... dia... YA! Yaaa!!"
"Lie! Tenang! Tenang!"
"YAA!! DIA! DIA! KARENA MEREKA! KARENA MEREKA! MEMBUAT DIA MENJADI! MENJADI! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" tiba - tiba pria laki - laki itu mengamuk. Orang berjaket hitam itu segera keluar dari ruangan hingga di ruangan itu tidak ada siapa - siapa.
"..." setelah tenang, pria itu ke kamar tidur yang tidak jauh dari meja itu. Di sana terdapat seseorang yang berambut hitam tergeletak di kasurnya, Laki = laki itu hanya tersenyum dan merebahkan diri di kasur,
"Dengan ini... hanya ada kita berdua..."
No comments:
Post a Comment